PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN

unmetered
unlimited
PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN
SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN
 Oleh www.web.unmetered.co.id

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia perpustakaan ditanah air kita demikian pesat. Dan dewasa ini sebagai akibat perkembangan dan kemajuan-kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, permintaan informasi dari para pemakai jasa layanan perpustakaan semakin meningkat.
Perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan. Bahan-bahan pustaka yang harus sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya, dikelas atau di luar kelas. Pemakaian bahan pustaka yang dinamis ini memerlukan kerja sama yang erat antara guru kelas, para pelajar dan pustakawannya (Nasution, dkk,1984 : 135).
Dalam sebuah perpustakaan terdapat beberapa jenis koleksi dan sumber informasi lainnya yang disimpan dan dikelola oleh staf-staf yang ahli dalam bidangnya, koleksi tersebut tidak akan bermanfaat apabila perpustakaan yang bersangkutan tidak melayankan koleksinya kepada pengguna.
Karena perpustakaan adalah sebagai tempat yang memberi berbagai informasi. Begitu juga perpustakaan sekolah. Selain sebagai pemberi informasi, perpustakaan sekolah juga berperan dalam menunjang program pendidikan pada umumnya sesuai kurikulum yang berlaku serta  mengembangkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan sumber informasi tercetak maupun terekam. Selain itu juga dapat membantu tugas-tugas guru dalam mengajar dan memperkaya ilmu pengetahuan.
Baik buruknya sebuah perpustakaan ditentukan oleh layanan sirkulasi yang diperolehnya dari perpustakaan. Menurut Martoatmojo (1998:43) betapapun besar koleksi yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan, tetapi kalau sirkulasi dan pemakaiannya tidak lancar, atau hanya sedikit saja yang memanfaatkannya, maka kecil sajalah arti perpustakaan tersebut. Tetapi sebaliknya, jika kegiatan yang dilakukan oleh bagian sirkulasi lancar dan aktif, maka perpustakaan tersebut boleh dikatakan baik.
Kunci keberhasilan dalam pelayanan sirkulasi adalah jasa layanan yang sebaik-baiknya kepada pemakai jasa perpustakaan secara efektif dan efisien, serta informasi dapat ditemukan kembali secara cepat dan tepat.
Berdasar latar belakang tersebut, maka penulis bermaksud menulis laporan ini dengan judul “Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten”.

Rumusan Masalah

Berdasar latar belakang masalah, maka dalam laporan ini rumusan masalah yang akan dibahas adalah :
1.      Sistem pelayanan apakah yang digunakan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten.
2.      Kegiatan pelayanan sirkulasi apa saja yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten.
3.      Apakah pelayanan sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten sudah efektif dan efisien
4.      Apakah Pelayanan sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten sudah berfungsi dan sesuai dengan kebutuhan pemakai.

Tujuan Pembahasan

  1. Tujuan Pembahasan PKL
a.       Menerapkan teori-teori perkuliahan
b.      Memperluas wawasan dan memperoleh gambaran tentang dunia perpustakaan
c.       Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam PKL
d.      Memahami kegiatan di perpustakaan
e.       Sebagai salah satu syarat kelulusan program Diploma III
f.       Membandingkan antara teori perkuliahan dengan praktek yang dilaksanakan selama PKL
2.      Tujuan penulisan laporan
a.       Untuk mengetahui bagaimana Pelayanan sirkulasi yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
b.      Untuk mengetahui proses Pelayanan sirkulasi yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
c.       Untuk mengetahui masalah-masalah yang muncul dalam pelayanan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten.

Waktu Pelaksanaan

Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan dalam waktu 25 hari, yaitu mulai tanggal 16 Februari sampai dengan tanggal 16 Maret 2004 di Perpustakaan SMU Mhammadiyah 1 Klaten, Jl. Sersan Sadikin No. 89 Klaten.

Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan laporan, penulis menggunakan metode sebagai berikut :
1.      Metode Observasi, yaitu suatu pengamatan yang khusus dan pencatatan yang sistematis ditujukan pada satu atau beberapa faset masalah didalam rangka penelitian dengan maksud untuk tujuan mendapatkan data yang diperlukan untuk pemecahan persoalan yang di hadapi (Asyari, Sapari Imam, 1981 : 82 ).
2.      Metode Wawancara, yaitu tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan pendapat mengenai suatu hal ( Pusat Pembinaan  dan Pengembangan Bahasa, 1995 : 1127 ).
3.      Metode Dokumentasi, yaitu penyusunan, penyimpanan, temu balik, penyebaran dan evaluasi informasi, bagaimana cara merekamnya dalam bidang sains, teknologi, seni dan kemanusiaan ( Sulistyo-Basuki, 1996 : 13 )

Sistematika Penulisan

BAB I  PENDAHULUAN
Pada Bab ini memuat dari latar belakang masalah, rumusan masalah,  tujuan laporan, waktu pelaksanaan PKL,  metode pengumpulan data dan sistem penulisan laporan PKL, yaitu di Perpustakaan SMU Muahammadiyah 1 Klaten.
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PKL
            Berisi deskripsi tentang lokasi PKL secara umum, dengan memaparkan kondisi riil semua aspek yang terdapat pada lokasi PKL. Yaitu tentang letak geografis, sejarah perpustakaan, fungsi perpustakaan, peran perpustakaan,  struktur organisasi, personalia, lokasi, gedung dan sarana, anggaran, koleksi, dan peraturan peminjaman di perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
BAB III.    LANDASAN TEORI
Berisi tentang permasalahan dan pemecahannya yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten, yaitu : fungsi perpustakaan sekolah, pengertian pelayanan sirkulasi, tujuan pelayanan sirkulasi, jenis kegiatan perpustakaan, pelayanan pemakai, dan bimbingan pengguna perpustakaan di Perpustakaan SMU Muahammadiyah 1 Klaten.
BAB IV PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN
            Membahas sistem pelayanan, jenis-jenis koleksi, jenis kegiatan sirkulasi,sistem kendali, jam buka pelayanan, ruang perpustakaan dan hambatan-hambatan di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten.
BAB V  PENUTUP
            Berisi tentang kesimpulan dan saran-saran.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN
SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN
Letak Geografis
SMU Muhammadiyah 1 Klaten berdiri di atas areal seluas 15.000 meter persegi, dengan perincian untuk bangunan gedung seluas 9.000 meter persegi, untuk lapangan olah raga 42.000 meter persegi  dan tanah kosong seluas 1.000 meter. Tanah seluas itu adalah milik Yayasan Muhammadiyah yang telah disertifikasikan.
SMU Muhammadiyah 1 Klaten terletak di jalan Sersan Sadikin no. 89 Klaten Utara. SMU ini berada di daerah pinggiran utara kota Klaten, jarak dari pusat kota kurang lebih 3 kilometer ke arah timur laut, tepatnya kurang lebih 150 meter ke arah utara dari GOR (Gedung Olah Raga) Gelar Sena Klaten. SMU ini sangat mudah di jangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum karena letaknya yang strategis, dari terminal utama Klaten hanya berjarak kurang lebih 500 meter.
Adapun batas-batas wilayah SMU Muhammadiyah 1 Klaten yaitu di sebelah utara dan selatan berbatasan dengan perumahan penduduk, di sebelah timur berbatasan dengan jalan raya (jl. Sersan Sadikin), dan di sebelah barat berbatasan dengan STM Muhammadiyah 1 Klaten ( Sumber :Dokumentasi perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten ).


Sejarah Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten
Berkembangnya unit dalam sekolah erat kaitannya dengan perkembangan sekolah itu sendiri. Demikan pula perkembangan Unit Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten. Berikut perkembangannya dilihat dalam lima tahun sekali.
Kurun waktu 1955-1960
SMU Muhammadiyah lahir dalam keadaan yang belum serba siap, didirikan karena trdorong oleh rasa tanggung jawab atas perkembangan agama Islam dan dalam rangka mempersiapkan kadr Muhammadiyah yang paling mendasar dan dalam rangka ikut serta mewujudkan tujuan nasional sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945, yatu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan iku serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Kurun waktu 1965-1970
Keadaan belum mengalami perubahan yang berarti karena lokasi proses belajar mengajar yang masih berpindah-pindah. Dengan demikan unit perpustakaan belum ada.
Lokasi proses belajar mengajar pada kurun waktu iu masih juga berpindah-pindah sehingga unit perpustakaan pun belum memungkinkan untuk didirikan.


Kurun waktu 1970-1975
Sekolah telah mulai memiliki sejumlah koleksi buku teks, baik bagi pegangan guru untuk mengajar maupun murid untuk setiap bidang pengajaran. Buku-buku tersebut dibawa pulang oleh siswa untuk dipakai selama satu tahun ajaran. Di amping itu, telah dikelola pula sejumlah buku penunjang untuk para guru, disusun dalam satu almari. Koleksi pustaka untuk memenuhi kebutuhan guru ini meliputi buku-buku referensi seperti kamus berbagai bahasa asing, ensiklopedi agama, kamus bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, buku-buku Psikologi, didaktik dan metodik, ilmu pendidikan, ilmu pengetahuan umum, dan sebagainya. Koleksi pustaka guru ini dikelola oleh petugas Tata Usaha. Setiap buku dilengkapi dengan alat-alat pembantu, seperti kartu buku, kantong kartu buku, lembar wajib kembali, dan label buku. Sistem pengelompokkan menurut Dewey belum digunakan, yang dipakai adalah kode huruf.
Buku-buku untuk murid dikelola dalam ruang tertentu oleh seorang petugas. Buku murid hanya terbatas pada buku teks dan buku penunjang bidang pengajaran seperti buku-buku sastra. Sudah trdapat buku katalog, sistem pelayanan yang dipakai masih sistem tertutup.
Kurun Waktu 1975-1980
Karena minat baca para siswa semakin menanjak, maka koleksi, buku sastra ditambah dan dikembangkan dengan koleksi, buku-buku fiksi lain seperti cerita rakyat dan novel remaja. Sistem pelayanan secara kekeluargaan yang berdasarkan rasa percaya. Katalog masih dalam bentuk sebuah buku. Koleksi ini terpisah pengelolaannya dari pengelolaan buku pegangan murid. Perpustakaan sudah mulai mempuyai ruang walaupun sempit. Koleksi buku mulai diperhatikan untuk kemajuan perpustakaan.
Kurun waktu 1980-1985
Pengelolaan buku pegangan murid makin berkembang, dilengkapi dengan buku-buku pegangan tamabahan serta buku penunjang bidang pengajaran, maupun buku-buku referensi seperti buku peta bumi, daftar logaritma, kamus bahasa Inggris dan sebagainya. Usaha sekolah ini benar-benar dirasa menguntungkan siswa, mengingat harga buku pelajaran saat itu mahal. Bersamaan ini buku fiksi pun makin di angkat. Demikian pula koleksi pustaka guru.
Buku katalog yang dipakai yaitu katalog judul dan katalog pengarang. Berhubung jenis dan jumlah buku masih sangat terbatas serta belum memiliki tenaga teknis yang memeuhi persyaratan, maka belum mampu menyusun buku dengan menggunakan klasifikasi Dewey, melainkan menggunakan kode huruf.
Kurun waktu 1985-1990
Sejak menempati gedungnya sendiri, sekolah mulai menyiapkan ruangan khusus untuk perpustakaan. Seorang guru diikutkan dalam diklat perpustakaan yang nantinya ditugaskan untuk membantu mengelola perpustakaan dengan sistem perpustakaan yang standar sekaligus membina petugas perpustakaan yang sudah ada.
Jumlah buku semakin meningkat dan karena banyak buku baru, maka katalog dalam bentuk buku sudah tidak memadai dan tidak praktis. Hal ini terasa terutama apabila akan menyelipkan beberapa judul untuk katalog judul atau nama pengarang untuk katalog pengarang, sering terpaksa mengganti seluruh buku agar urutan abjad tetap terjaga.
Oleh karena itulah pembuatan kartu-kartu katalog serta disediakan pula kotak katalog. Sistem klasifikasi Dewey mulai diterapkan. Sistem pelayanan mulai menggunakan sistem terbuka.
Kurun waktu 1990-1995
Ruang yang ada belum cukup memadai, namun sirkulasi cukup memuaskan dan jenis koleksi pun makin banyak. Perpustakaan yang masih serba sederhana ini ternyata dapat membantu dalam kelancaran proses pendidikan di sekolah pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya.
Kurun waktu 1995- 2000
Bersamaan dengan selesainya pembangunan masjid SMU Muhammadiyah 1 Klaten, perpustakaan mendapat tempat baru yang lebih baik, luas dan memadai, yaitu menempati lantai 1 di bawah masjid SMU Muhammadiyah 1 Klaten. Perpustakaan lebih leluasa menjalankan fungsinya, melayani siswa, guru, dan karyawan. Pengembangan perpustakaan ini terus menerus dilakukan, baik dibidang koleksi, organisasi, maupun sarana dan prasarananya, agar semua siswa, guru dan karyawan dapat lebih memanfaatkan dan mencintai perpustakaan sekolah ini.


Kurun waktu 2000-sekarang
Sekolah terus meningkatkan koleksi bahan pustaka dan petugas perpustakaan dengan jalan menyarankan para alumni untuk memberikan sumbangan koleksi dan mengirimkan petugas perpustakaan pada diklat-dikat yang diadakan baik oleh Dinas P & K Kabupaten Klaten maupun Pimpinan Muhammadiyah Daerah Klaten dan Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah.
Berkat kesabaran dan keuletan para pengelola Perpustakaan dan Pimpinan Sekolah, pada tahun 2002 Unit Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten menjadi juara I lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Klaten yang diadakan oleh Subdin Diklusepora Kabupaten Klaten (Sumber : Dokumentasi perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten).

Fungsi dan Peran Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten

1. Fungsi Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
a.       Membantu para siswa melaksanakan penyelidikan dan mencari keterangan yang lebih luas dari pelajaran yang didapatnya di dalam kelas
b.      Membantu warga sekolah (guru, karyawan dan siswa) mendapatkan sumber- sumber ilmu pengetahuan yang beragam
c.       Membantu warga sekolah mengembangkan kegemaran dan bakatnya
d.      Menyebarluaskan kepada warga sekolah tentang bahan-bahan pustaka/ koleksi yang bernilai dan cocok dengan selera dan daya baca mereka untuk memupuk kegemaran membaca
e.       Memberikan pendidikan tanggung jawab kepada warga sekolah sebagai seorang warga negara. Dengan mengikuti tata tertib perpustakaan yang ada diharapkan warga sekolah terbiasa mengikuti tata tertib yang ada.
2. Peranan perpustakaan adalah sebagai berikut
a.         Membantu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah
b.      Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
c.       Menunjang kegiatan pengabdian sekolah pada masyarakat
(Sumber :  Dokumentasi perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten)

Struktur Organisasi Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten

Struktur organisasi adalah suatu kerangka yang menunjukkan tugas kerja untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi tersebut, serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota organisasi yang melakukan tiap-tiap tugas. (Soeatminah, 1992 : 57).
Struktur organisasi di perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten dibedakan menjadi dua macam, yaitu
1.      Struktur Organisasi Makro, yaitu menggambarkan kedudukan perpustakaan sebagai bagian dari unit kerja dalam organisasi kerja perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten (Lihat pada lampiran. 7 )
2.      Struktur Organisasi Mikro, yaitu menggambarkan perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten dan bagian-bagian tugas yang ada sehingga menunjukkan satu unit kerja.


Gambar. 1

Contoh Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI MIKRO

 


Personalia

Untuk melaksanakan tugas dan perannya, Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten memiliki Pegawai yang terdiri dari seorang, seorang Kepala Bagian Perpustakaan (yang juga menjabat sebagai Pustakawan) dan seorang Pelaksana. Juga terdapat seorang Pembina Perpustakaan.
Adapun rincian tugas dari masing-masing personalia adalah sebagai berikut :
1.      Pembina Perpustakaan : Drs. Agus Anas Fuadi
a.       Membantu Kepala Sekolah dalam membina Perpustakaan Sekolah
b.      Menkoordinasi Petugas Perpustakaan
c.       Memonitor kegiatan Perpustakaan
2.      Kepala Bagian Perpustakaan : Suripto, SPd
a.       Pelayanan bebas Perpustakaan untuk syarat kenaikan/ kelulusan
b.      Konservasi dan penjilidan
c.       Diklat petugas Perpustakaan
d.      Laporan tahunan
e.       Pengajuan RAPBS
f.       Komputerisasi
g.      Pembuatan kartu anggota
h.      Pembagian buku paket
3.      Pelaksana : Mutmainah Lasteningsih
a.       Pengembalian buku paket dan perbaikan buku-buku
b.      Bimbingan pelayanan pemakai
c.       Angket siswa
d.      Pelayanan referensi
e.       Sirkulasi
f.       Pembinaan koleksi
g.      Pembentukan siswa pustakawan
(Sumber : Dokumentasi perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten)

Lokasi, Gedung dan Sarana

  1. Lokasi Praktik Kerja Lapangan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten yang beralamatkan di Jl. Sersan Sadikin No. 89 Klaten.
  2. Gedung Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
a.       Ruang sirkulasi
Memberikan jasa layanan peminjaman dan pengembalian koleksi
b.      Ruang baca
c.       Ruang koleksi
Jenis layanan yang diberikan adalah koleksi sirkulasi dan referensi yang sebagian besar buku paket dan fiksi
d.      Ruang pengolahan
e.       Kamar mandi
f.       Warung Telkom/Wartel
  1. Sarana Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
a.       Perabotan Perpustakaan
Yaitu barang-barang yang diperlukan di dalam sebuah perpustakaan sehingga menunjang fungsi perpustakaan. Adapun perabotan yang berada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
? Rak atau almari buku
? Almari penyimpanan arsip dan dokumen
? Meja dan kursi kerja
? Meja dan kursi baca
b.      Perlengkapan
Yaitu barang-barang yang diperlukan petgas untuk melakukan fungsinya. Antara lain, komputer, mesin ketik, alat press, alat potong dan lain sebagainya.

Anggaran

Anggaran merupakan unsur utama untuk menjalankan suatu perpustakaan, tanpa anggaran tidak mungkin perpustakaan berjalan dengan baik dan sempurna karena perpustakaan merupakan unit yang mengeluarkan uang bukan unit yang menghasilkan uang (Sulistyo-Basuki, 1991 : 14). (Lihat pada lampiran. 4)

Koleksi

Koleksi-koleksi pustaka yang ada di perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten sesuai tahun ajaran 2003/2004 sebagai berikut :
Tabel 1.
Koleksi bahan pustaka Tahun 2003/2004
No
Koleksi
Judul
Eks
1.
Bahan non fiksi
1092
2428
2.
Buku fiksi
88
216
3.
Buku referensi
95
107
4.
Surat kabar
2
192
5.
Majalah
5
720
6.
Kliping
300
500
7.
Karya tulis
500
500
            (Dokumentasi : SMU Muhammadiyah 1 Klaten)

Peraturan Peminjaman Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten

  1. Bertingkah laku yang sopan
  2. Tidak merusak milik perpustakaan
  3. Menaruh tas dan jaket ditempatnya
  4. Mengembalikan buku ditempatnya
  5. Menjaga kerapian buku
  6. Menciptakan suasana tenang
  7. Menjaga kebersihan lingkungan
  8. Menghormati pembaca lainnya
BAB III
LANDASAN TEORI

 

Dasar pembentukan perpustakaan sekolah di Indonesia adalah Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 Tahun 1989, yang isinya menyatakan bahwa setiap sekolah harus menyediakan sumber belajar (perpustakaan). Perpustakaan merupakan unit pelayanan didalam lembaga yang kehadirannya hanya dapat dibenarkan jika mampu membantu pencapaian pengembangan tujuan-tujuan sekolah yang bersangkutan. Penekanan tujuan keberadaan perpustakaan sekolah adalah pada aspek edukatif dan rekreatif (kultural).
Keberadaan perpustakaan sekolah sampai saat ini kondisinya masih memprihatinkan. Bukan saja pada segi fisiknya (gedung dan ruangan), tetapi juga dari segi sistem pengelolaannya, sumber daya manusia, koleksi dan alat/perlengkapan fisik yang lain (Qalyubi, dkk, 2003 : 8).

Fungsi Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah tidak boleh menyimpang dari tugas dan tujuan sekolah sebagai lembaga pendidikan. Beberapa fungsi perpustakaan sekolah sebagai berikut :
  1. Sebagai sumber kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan sekolah berfungsi membantu program pendidikan dan pengajaran sesuai dengan tujuan yang terdapat di dalam kurikulum. Mengembangkan kemampuan anak menggunakan sumber informasi. Bagi guru, perpustakaan sekolah merupakan tempat untuk membantu guru mengajar dan tempat bagi guru untuk memperkaya pengetahuan.
  2. Membantu peserta didik memperjelas dan memperluas pengetahuan pada setiap bidang studi.
  3. Mengembangkan minat dan budaya membaca yang menuju kebiasaan belajar mandiri.
  4. Membantu anak untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya.
  5. Membiasakan anak untuk mencari informasi di perpustakaan. Kemahiran anak mencari informasi di perpustakaan akan menolong untuk belajar mandiri dan memperlancar dalam mengikuti pelajaran selanjutnya.
  6. Merupakan tempat memperoleh bahan rekreasi sehat melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur tingkat kecerdasan.
  7. Perpustakaan sekolah memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik.

Pengertian Pelayanan Sirkulasi

Kata sirkulasi berasal dari kata Inggris circulationyang berarti perputaran, peredaran, seperti sirkulasi udara, sirkulasi uang dan sebagainya. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman. Peminjaman adalah kegiatan kerja yang berupa pemberian bantuan kepada pemakai perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembalian pustaka (Soeatminah, 1992).
Pengertian Sirkulasi yang sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan yang tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan. Dengan pengertian ini dapat dipahami bahwa bagian ini merupakan suatu kegiatan, pekerjaan perpustakaan yang berkaitan dengan peminjaman dan pengembalian. Kegiatan ini antara lain meliputi syarat keanggotaan, peraturan, prosedur peminjaman dan pengembalian, jam buka, sistem peminjaman,sistem pencatatan maupun statistik pengunjung (Lasa Hs, 1995 : 2).

Tujuan Pelayanan Sirkulasi

Tujuan pelayanan sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten tidak jauh beda dengan tujuan pelayanan sirkulasi di perpustakaan pada umumnya, yaitu :
1.      Supaya mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut semaksimal mungkin
2.      Mudah diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu
3.      Terjaminnya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas. Dengan demikian bahan pustaka akan terjaga
4.      Untuk meningkatkan minat baca para peminjam koleksi perpustakaan

Jenis Kegiatan di Perpustakaan

1.         Pengadaan koleksi
Pengadaan koleksi dapat berasal dari :
a.       Hadiah atau sumbangan
Yang diperoleh dari :
–          Siswa yang akan lulus diharuskan untuk menyumbang buku minimal satu buah buku
–          Instansi dan organisasi
Contoh : DepdikNas
b.      Pembelian
Prosedur pembelian dengan cara mengajukan judul-judul buku yang menunjang kegiatan Belajar Mengajar ke Kepala Sekolah.
2.         Kegiatan pengolahan koleksi
Pengolahan koleksi perpustakaan dilakukan untuk mendaftar koleksi yang ada agar siap pakai dan dapat didayagunakan secara optimal.
Kegiatan pengolahan antara lain ;
a.       Inventarisasi
b.      Klasifikasi
c.       Katalogisasi
d.      Pelabelan
e.       Penyusunan buku di rak
f.       Penyusunan kartu katalog
3.      Kegiatan pelayanan pemakai
Adapun kegiatan pelayanan pemakai di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten meliputi :
a.       Pelayanan Sirkulasi
b.      Pelayanan Referensi

Pelayanan Pemakai

Pelayanan pemakai merupakan kegiatan melayankan jasa yang tersedia di perpustakaan kepada para pemakainya. Kegiatan pelayanan pemakai di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten meliputi :
1.      a. Pelayanan Sirkulasi
Menurut Martoatmojo (1999 : 37) pelayanan sirkulasi adalah suatu kegiatan yang menyangkut masalah peredaran bahan-bahan perpustakaan yang dimiliki oleh perpustakaan dengan para pemakainya.
Kegiatan pelayanan sirkulasi yang dilakukan perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten adalah :
1)      Pelayanan Keanggotaan
Pelayanan keanggotaan di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten ialah pendaftaran keanggotaan perpustakaan.
2)      Peminjaman
Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten menggunakan sistem terbuka sehingga pemakai bebas untuk memasuki ruang koleksi dan memilih sendiri koleksi yang dibutuhkan.
3)      Pengembalian
4)      Pelayanan Surat Bebas Pustaka
Kegunaan bebas pinjam di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten untuk mengecek pinjaman siswa, apakah masih mempunyai pinjaman atau tidak.
5)      Pelayanan Baca ditempat
b. Fungsi Sirkulasi
Terdapat beberapa fungsi sirkulasi, yaitu sebagai berikut :
1)      Pengawasan pintu masuk dan keluar perpustakaan.
2)      Pendaftaran anggota, perpanjangan keanggotaan, dan pengunduran diri anggota perpustakaann.
3)      Peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan waktu peminjaman.
4)      Pengurusan keterlambatan pengembalian koleksi yang dipinjam, seperti denda.
5)      Pengeluaran surat peringatan bagi buku yang belum dikembalikan pada waktunya dan surat bebas pustaka.
6)      Penugasan yang berkaitan dengan peminjaman buku, khususnya buku hilang atau rusak.
7)      Pengawasan urusan penitipan tas, jas, atau mantel milik pengunjung perpustakaan.
8)      Penugasan lainnya, terutama yang berkaitan dengan peminjaman.
(Qalyubi, dkk, 2003 : 221)
2.      a. Pelayanan Referensi
Menurut Donald Davinson dalam Trimo (1992 : 58) layanan referensi dan informasi adalah aktifitas yang dilakukan oleh para pustakawan dan staf dari perpustakaan-perpustakaan referensi, dengan menggunakan koleksi buku-buku dan bahan-bahan pustaka lainnya yang mereka miliki untuk keperluan/tujuan yang berbeda dari pada koleksi bahan-bahan yang disediakan untuk bacaan di rumah atau pemakaian luar perpustakaan.


b. Fungsi Referensi
Agar pelayanan referensi dapat berjalan dengan baik, petugas referensi perlu memahami terlebih dahulu fungsi-fungsi referensi sebagai berikut :
1)      Fungsi Pengawasan
Petugas referensi dapat mengamati pengunjung, baik dalam hal kebutuhan informasi yang diperlukan maupun latar belakang sosial dan tingkat pendidikannya agar dapat menjawab pertanyaan dengan tepat.
2)      Fungsi Informasi
Petugas referensi dapat memberikan informasi kepada pengunjung, yaitu memberikan jawaban terhadap pertanyaan singkat maupun penelusuran informasi yang luas dan mendetail sesuai dengan kebutuhan pemakai. Informasi ini yang terpenting dari pelayanan referensi.
3)      Fungsi Bimbingan
Petugas referensi harus menyediakan waktu guna memberikan bimbingan kepada pengguna perpustakaan untuk menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan, misalnya melalui katalog perpustakaan, buku-buku referensi, serta bahan pustaka lainnya.
4)      Fungsi Instruksi
Petugas referensi memperkenalkan kepada pemakai tentang bagaimana menggunakan perpustakaan yang baik. Disamping itu, ditujukan juga kepada usaha untuk menggairahkan dan meningkatkan penggunaan perpustakaan.
5)      Fungsi Bibliografis
Petugas referensi perlu secara teratur menyusun daftar bacaan atau bibliografi untuk keperluan penelitian atau mengenal bacaan yang baik dan menarik. Lazimnya, penyusunan bibliografi dipergunakan untuk beberapa tujuan, antara lain :
a.       Menyusun bibliografi tentang subjek tertentu dan
b.      Menyusun bibliografi untuk mengenal daftar bacaan yang baik dan menarik, karya tulis, sehingga mudah dimanfaatkan oleh pengajar, pemakai perpustakaan, atau orang lain yang memerlukannya.
(Qalyubi, dkk, 2003 : 226)

Bimbingan Pengguna Koleksi

Untuk lebih meningkatkan pemanfaatan koleksi dan fasilitas perpustakaan serta mendorong minat baca, perlu adanya pelayanan bimbingan pemakai. Untuk merealisir kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara bekerja sama dengan guru-guru, misalnya dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :
1.      Penetapan jam wajib baca/belajar di perpustakaan sekolah bagi guru dan murid
2.      Penugasan mengerjakan soal-soal tertentu di ruang perpustakaan
3.      Penugasan untuk membuat ringkasan dari buku-buku tertentu (Lasa Hs, 2002 : 105)

BAB IV

PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN

A.    Sistem Pelayanan

  1. Pelayanan Tertutup/Clossed Access
Di dalam sistem tertutup pengunjung tidak diperkenankan masuk ke rak-rak buku untuk membaca ataupun mengambil sendiri koleksi perpustakaan. Pengunjung hanya dapat membaca atau meminjam melalui petugas yang akan mengambilkan bahan pustaka untuk para pengunjung.
a.       Kelebihan sistem tertutup
·         Koleksi akan tetap terjaga kerapiannya.
·         Koleksi yang hilang dapat diminimalkan
b.      Kelemahannya :
·         Banyak waktu yang diperlukan untuk memberikan pelayanan.
·         Banyak waktu yang diperlukan untuk mengisi formulir dan menunggu bagi yang mengembalikan bahan-bahan pustaka.
·         Pemakai tidak dapat browsing.
  1. Pelayanan Terbuka/Open Access
Pelayanan sirkulasi di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten menggunakan sistem layanan terbuka  (open access). Pada pelayanan dengan sistem terbuka ini, peminjam dapat bebas masuk dan melihat serta mencari buku dari rak-rak buku perpustakaan. Bila telah menemukan buku yang dikehendakinya, buku tersebut dibawa ke petugas sirkulasi. Setelah petugas memeriksa dan membuat catatan seperlunya pada kartu buku, buku dapat dibawa pergi untuk jangka waktu yang sudah ditentukan dalam peraturan perpustakaan (Mil Burga.C.L, 1986 : 89)
Sistem ini juga mempunyai keuntungan dan kerugian antara lain :
1.      Keuntungan sistem layanan terbuka di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten
a.       Menghemat tenaga karena membutuhkan banyak petugas
b.      Siswa dapat memilih judul alternatif yang relevan dan lebih luas
c.       Judul-judul buku yang diketahui dan dibaca pemakai lebih luas
d.      Siswa dapat mengambil dan membuka buku-buku untuk dapat melihat sepintas lalu isinya
e.       Siswa dapat melihat langsung dan mmilih langsung buku yang dikehendakinya
f.       Dengan kebebasan tersebut siswa menjadi puas dan karenanya kebiasaan mengunjungi perpustakaan, kesenangan membaca buku akan terpupuk
2.      Kerugian sistem layanan terbuka di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten
a.       Kemungkinan siswa tidak mengembalikan buku dengan rapi
b.      Memerlukan tenaga untuk selving dan pembetulan buku yang salah masuk di rak
c.       Susunan buku di rak tidak rapi
d.      Kemungkinan koleksi hilang relatif besar
3.  Cara mengatasi kelemahan sistem terbuka
a.       Pengembalian buku dilaksanakan dengan menyerahkan kepada petugas dan petugaslah yang menyusun kembali pada tempatnya
b.      Pada saat tertentu, terutama bagipara siswa baru, diberikan penerangan umum mengenai pemakaian perpustakaan, cara meminjam, cara mengembalikan, cara menggunakan buku referensi. Bila perlu diadakan pendidikan pemakai secara rutin mengenai hal perpustakaan, misalnya sekali sebulan.
c.       Petugas sirkulasi memperhatikan dan menolong bila ada siswa membutuhkan bantuan

B.     Jenis Pelayanan Sirkulasi

1.      a.  Keanggotaan Perpustakaan
Setiap perpustakaan boleh menentukan pihak yang boleh dan berhak menjadi anggotan perpustakaan, dan syarat-syarat yang diperlukan. Perpustakaan tersebut harus merinci :
1)      Mengisi blanko pendaftaran (untuk siswa, guru dan karyawan).
2)      Membayar biaya administrasi.
3)      Menyerahkan pas foto.
b.      Pendaftaran Anggota
Petugas menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk mencatat pendaftaran anggota (Sumardji, P. 1999 : 57).
Syarat-syarat menjadi anggota perpustakaan di SMU Muhammadiyah I Klaten :
1)      Untuk Siswa
·         Sudah menjadi siswa SMU Muhammadiyah I Klaten.
·         Mengisi formulir calon anggota perpustakaan.
·         Mengumpulkan foto 3 x 4 sebanyak 2 lembar.
·         Membayar iuran Rp 1.000,-
2)      Untuk Guru dan Karyawan
Sedangkan untuk guru dan karyawan hanya mengisi formulir calon anggota perpustakaan.
2.      Peminjaman
Peminjaman merupakan bagian pelayanan sirkulasi berupa kegiatan pencatatan bukti bahwa pemakai meminjam bahan pustaka.
Proses peminjaman koleksi sirkulasi di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten
a.       Peminjam mencari buku di rak
b.      Peminjam menyerahkan buku dan kartu anggota perpustakaan
c.       Petugas menerima buku dan kartu anggota perpustakaan
d.      Petugas mengambil kartu buku dari dalam buku
e.       Petugas mengambil kartu pinjam dari kotak penyimpanan kemudian mencatat nomor buku, tanggal pinjam dan tanggal kembali pada kartu buku, kartu pinjam dan kartu anggota perpustakaan
f.       Setelah selesai pemprosesan peminjaman, buku dan kartu anggota perpustakaan diserahkan kepada peminjam
g.      Petugas menyimpan kartu pinjam dan kartu buku pada kotak penyimpanan yang telah di sediakan untuk direkap lebih dahulu dan kartu pinjam direkap dalam buku peminjaman
h.      Setelah kartu didata, kemudian petugas menyimpan di kotak penyimpanan sesuai kelas dan nomor urut anggota perpustakaan
3.      Pengembalian
Merupakan bagian sirkulasi yang berupa catatan bukti pemakai sudah mengembalikan buku/pinjamannya.
Proses pengembalian koleksi sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten :
a.       Peminjam mengembalikan buku dan menyerahkan kartu anggota perpustakaan kepada petugas, kemudian petugas menerima kartu anggota perpustakaan dan buku.
b.      Petugas mengambil kartu buku dan kartu pinjam yang ada dalam kotak penyimpanan.
c.       Petugas memberi cap tanggal kembali pada kartu anggota, kartu buku dan kartu pinjam. Kemudian kartu pinjam disimpan kembali dalam kotak penyimpanan dan kartu buku dikembalikan dalam buku yang dipinjam.
d.      Petugas menyerahkan kartu anggota perpustakaan kepada peminjam
e.       Petugas menyimpan kembali ke rak buku, buku yang dipinjam sesuai urutan no. panggil.
4.      Perpanjangan Buku
Umumnya perpustakaan meminjamkan buku untuk sekali pinjam selama satu minggu namun dapat diperpanjang dua kali berturut-turut. Memperpanjang peminjaman, sebaiknya dilakukan dengan melaporkan terlebih dahulu masa berakhirnya peminjaman dengan membawa buku sekaligus.
Apabila peminjam koleksi di perpustakaan kurang puas atau belum selesai membaca buku karena waktu peminjaman sudah habis, di perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten juga melayani perpanjangan waktu. Yaitu peminjam menyerahkan buku yang akan dipinjam lagi kepada petugas, lalu petugas mencatat tanggal pinjam pada kartu buku berapa lama buku yang akan dipinjam. Setelah mencatat pada kartu buku lalu petugas mencatat lagi pada kartu peminjam. Setelah itu petugas merekap pada buku peminjaman.
5.      Pelayanan Bebas Pustaka
Bagi siswa yang sudah selesai tahun ajaran dan tercatat meminjam buku, di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten melayani bebas pustaka, yaitu pada akhir tahun ajaran, siswa mengembalikan buku yang dipinjam, lalu petugas memberi kartu bebas pustaka pada siswa. Setelah itu petugas mencatat ke buku absen, dan mencoret nama yang sudah diberi kartu bebas pustaka.
6.      Pelayanan Peminjaman Buku Paket
a.       Jangka waktu 1 tahun ajaran
Buku paket yang datang, lalu diolah. Setelah selesai diolah buku paket dipinjamkan sesuai banyaknya buku dan banyaknya siswa. Misalnya banyaknya siswa 400 orang, dan banyaknya buku 450 buah. Maka dipinjamkan sesuai banyaknya siswa dan sisanya buku ditaruh di rak buku.
b.      Jangka waktu 1 minggu
Buku paket yang tidak sesuai dengan jumlah siswa, selesai diolah lalu diletakkan di rak buku. Dan sistem peminjamannya sama seperti buku biasa dengan menggunakan kartu. Dan lama peminjaman 1 minggu atau bisa diperpanjang sesuai kebutuhan siswa.
7.      Sanksi
Di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten sanski diberikan oleh setiap siswa yang menghilangkan atau merusak buku. Dan siswa tersebut harus mengganti buku yang sama  sesuai dengan hilangnya atau rusaknya buku tersebut. Atau siswa mengganti dengan uang sesuai dengan berapa harga buku yang rusak atau hilang.Dan petugaslah yang akan   membeli buku tersebut.

C.    Jenis-jenis Koleksi

  1. Koleksi Sirkulasi
Koleksi yang dipinjamkan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten berupa buku teks dan buku-buku ilmu pengetahuan yang meliputi kegiatan cabang ilmu pengetahuan dan relevan dengan pemakai terutama bagi siswa SMU Muhammadiyah I Klaten. Buku tersebut dapat dipinjam dan dibawa pulang sesuai dengan ketentuan-ketentuan peminjaman yang berlaku.
Adapun koleksi sirkulasi yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten :
a.       Buku Non Fiksi
Adalah buku yang digunakan sebagai bacaan yang menurut fungsinya dapat dibedakan sebagai bahan penunjang kurikulum maupun yang bersifat umum.
b.      Buku Fiksi
Adalah buku ceritera ciptaan seorang pengarang berdasarkan khayalannya. Walaupun terkadang pengarang memakai fakta sebagai bahan karangannya. Karya itu tidak dapat di anggap sebagai karya bukan hasil khayalan.
c.       Buku Paket
Buku yang dimiliki sebuah sekolah yang sifatnya mendorong kegiatan belajar mengajar dan digunakan sebagai buku acuan atau buku pegangan.
  1. Koleksi Referensi
Adalah koleksi bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan/ diluar perpustakaan, yang terdiri atas berbagai bentuk dan dipergunakan sebagai bahan untuk mendapatkan informasi tertentu. Koleksi referensi tidak untuk dibaca secara keseluruhan, tetapi hanya dibaca pada bagian-bagian tertentu.
Adapun koleksi referensi yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten :


a.       Buku Tandon
Buku yang hanya boleh dibaca ditempat karena jumlah eksemplarnya sedikit atau merupakan buku wajib untuk mata pelajaran tertentu.
b.      Ensiklopedi
Suatu ringkasan ilmu pengetahuan yang penting untuk kemanusiaan yang disusun secara sistematis.
c.       Kamus
Buku yang berisi daftar kata-kata suatu bahasa atau daftar terminologi suatu subjek yang disusun secara sistematis, biasanya alfabetis, dengan keterangan arti dan penggunaannya.
d.      Buku Petunjuk
Suatu buku yang berisi informasi tentang nama lengkap, alamat, dan sebagainya dari seorang tokoh suatu badan atau suatu profesi.
e.       Sumber Ilmu Bumi
Sumber referensi yang memuat atau yang memberikan keterangan mengenai lokasi tempat, gunung, batas negara, dan sebagainya.
f.       Terbitan Pemerintah
Terbitan yang dicetak atas biaya pemerintah atau badan-badan pemerintah yang berhubungan dengan soal-soal pemerintah.

D.    Sistem Kendali

Adalah perlengkapan yang mendukung dalam kegiatan pelayanan sirkulasi. Beberapa perlengkapan sistem kendali yang digunakan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten antara lain :
1.      Stempel dan bantalan
2.      Kantong buku
3.      Kartu buku
4.      Kartu pengembalian
5.      Kartu pinjam
6.      Kartu anggota perpustakaan
Dengan menggunakan sistem ini setiap anggota memiliki kartu peminjaman yang ditinggal di perpustakaan sebagai bukti peminjaman. Kartu peminjam berisi :
1.      Nama siswa
2.      Kelas
3.      Alamat
4.      Kolom tanggal pinjam
5.      Kolom nomor buku
6.      Kolom tanggal kembali
7.      Kolom keterangan
Gambar 2.
Contoh Kartu Pinjam
SMU MUHAMMADIYAH 1 KLATEN
UNIT PERPUSTAKAAN SEKOLAH
KARTU PINJAM
NAMA                      :  _________________________________
KELAS                      :  _________________________________
ALAMAT      :  _________________________________
Tanggal
Pinjam
Call
Number
Tanggal
Kembali
Ket.
Sedangkan kartu anggota yang dapat dibawa pulang berisi :
1.      Nama siswa
2.      Kelas
3.      Alamat
4.      Nomor induk siswa
5.      Kolom tanggal pinjam
6.      Kolom nomor buku
7.      Kolom tanggal kembali
Gambar 3.
Contoh Kartu Anggota


 


Pas foto pemegang
NAMA         :  ________________
NO. INDUK            :  ________________
ALAMAT     :  ________________
Jagalah kebersihan kartu

Tanggal
Pinjam
JUDUL BUKU
No./Kode Buku
Tanggal Kembali


Selain itu, sebuah buku dibutuhkan juga kartu buku, kantong buku, dan kartu pengembalian (date due). Untuk kartu buku berisi :


1.      Nomor panggil
2.      Nama pengarang
3.      Judul buku
4.      Kolom tanggal pinjam
5.      Kolom nomor anggota
6.      Kolom tanggal kembali
7.      Tanda tangan peminjam
Gambar 4.
Contoh Kartu Buku
SMU MUHAMMADIYAH 1 KLATEN
UNIT PERPUSTAKAAN SEKOLAH
KARTU BUKU
NO. BUKU  :  _______________________
PENGARANG        :  _______________________
JUDUL   :  _______________________
TGL
PINJAM
NOMOR
ANGGOTA
TGL.
KEMBALI
PARAF


Gambar 5.
Contoh Kantong Buku
 


Gambar 6.
Contoh Tanggal Kembali
TANGGAL KEMBALI
( DATE DUE )

E.     Jam Buka Pelayanan

Kegiatan atau jam buka pelayanan dan hari peminjaman dan pengembalian di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten, sebagai berikut :
1.      Jam Buka Pelayanan
a.       Hari SENIN – KAMIS dan SABTU : Jam 07.00 – 13.30 WIB
b.      Hari JUM’AT                                   : Jam 07.00 – 11.30 WIB       
2.      Hari Peminjaman dan Pengembalian
a. Kelas I       : Senin dan Kamis
b. Kelas II      : Selasa dan Jum’at
c. Kelas III     : Rabu dan Sabtu

F.     Ruang Perpustakaan

Ruang perpustakaan di SMU Muhammadiyah I Klaten adalah milik sendiri. Dengan luas 18 m x 18 m = 324 m2, sudah tertata rapi dan memiliki ruangan-ruangan yang sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Diantaranya :
  1. Ruang Sirkulasi
Ruangan tersebut berfungsi sebagai jasa peminjaman dan pengembalian koleksi yang akan dipinjam. Ruang sirkulasi sudah menempati ruangan tersendiri biarpun hanya dibatasi sebuah sekat meja, tetapi sudah berfungsi dengan baik.
  1. Ruang Baca
Untuk ruang baca sudah disediakan tempat yang luas dan layak. Meja dan kursi tertata dengan rapi dan sudah berfungsi dengan baik, yaitu siswa diberi kesempatan untuk memanfaatkan ruangan tersebut dengan sebaik-baiknya.
  1. Ruang Belajar
Perpustakaan adalah sarana untuk proses belajar mengajar di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten memiliki ruangan untuk belajar. Misal apabila ada jam kosong, siswa diwajibkan untuk belajar di perpustakaan tersebut. Dan tidak jarang guru mata pelajaran mengadakan ulangan/test pelajaran di dalam perpustakaan.

G.    Hambatan-hambatan

Adapun hambatan-hambatan yang dihadapi dalam kelangsungan proses kegiatan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten antara lain
1.      Pengadaan atau penambahan koleksi
Pengadaan koleksi belum sepenuhnya dipercayakan pada unit perpustakaan tapi langsung oleh pimpinan sekolah, sehingga penambahan koleksi kadang tidak sesuai dengan minat baca warga sekolah
2.      Koleksi kurang dapat berkembang karena minimnya dana dan tidak ada pihak-pihak yang mau menambah atau menyumbangkan buku koleksi lainnya pada sekolah
3.      Sebagian warga sekolah belum sepenuhnya memanfaatkan perpustakaan secara maksimal
4.      Kurangnya kesadaran sebagian warga sekolah yang memanfaatkan perpustakaan untuk memelihara atau menjaga koleksi supaya tetap baik
(Sumber : Wawancara dengan Staf Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten)
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Sistem pelayanan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I menggunakan sistem pelayanan terbuka. Sistem pelayanan tersebut belum bisa dikatakan efektif dan efisien, karena masih menggunakan sistem manual. Dan dalam kegiatan pelayanan, buku yang rusak atau hilang relatif besar. Dan membutuhkan petugas yang cukup banyak.
Kegiatan Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten kurang berjalan dengan baik karena :
a.       Proses peminjaman buku menggunakan banyak kartu, sehingga membutuhkan waktu pelayanan yang lama dan menimbulkan antrian yang panjang.
b.      Sistem penyusunan buku dirak tidak teratur.
c.       Pelayanan di perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten masih menggunakan pelayanan manual.
d.      Banyak kesalahan yang terjadi dalam proses peminjaman maupun pengembalian, baik yang dilakukan petugas maupun pemakai.
e.       Banyaknya buku-buku yang rusak.
Saran-Saran
a.       Perlu kedisiplinan di dalam menerapkan peraturan dan tata tertib yang berlaku bagi semua pemakai perpustakaan.
b.      Perlu penambahan staf pada bagian peminjaman dan pengembalian.
c.       Mengoptimalkan warga sekolah, terutama guru untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai gudang ilmu.
d.      Perlu pembuatan kartu T-slip sebagai katalog sementara.
e.       Perpustakaan mulai memikirkan untuk mengubah sistem peminjaman manual dengan sistem peminjaman yang terotomasi.
f.       Perlu diadakannya penagihan/denda setiap ada siswa yang terlambat mengembalikan buku.
g.      Perlu penambahan lagi koleksi-koleksi fiksi seperti novel, dan lain-lain.
unlimited
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN"